Tag Archives: Proses Pembangunan Gedung smp jannatul firdaus

Seminar Hafalmatika dan Polamatika SMP Islam Plus Jannatul Firdaus

SEMINAR HAFAL CEPAT

SEMINAR HAFAL CEPAT

PEKANBARU – (JF) Seminar ini dilaksanakan di SMP Islam Plus Jannatul Firdaus selama 5 hari yang dilaksanakan pada tanggal 07 maret 2016 dan berakhir pada hari jum’at, kedua seminar ini berbeda satu sama lain untuk seminar hafalmatika yaitu cara menghafal cepat sedangkan seminar polamatika cara menghitung cepat dengan mudah.

pembicara hafalmatika yaitu Irwan Widiatmoko,ST,CHt,NLP Pract sedangkan untuk pembicara polamatika bapak  Dradjad Premadi,ST. Para siswa sangat bersemangat mendapatkan seminar yang diberikan kepada mereka, dengan seminar ini dapat membantu mereka dalam pelajaran umum mau pun pelajaran agama.

SEMINAR HAFAL CEPAT

SEMINAR HAFAL CEPAT

SEMINAR HAFAL CEPAT

SEMINAR HAFAL CEPAT

SEMINAR HAFAL CEPAT

SEMINAR HAFAL CEPAT

POLAMATIKA

POLAMATIKA

POLAMATIKA

POLAMATIKA

POLAMATIKA

POLAMATIKA

Hakekat Puasa |smp di pekanbaru

Bismillah wal hamdulillah wash shalatu was salamu ‘ala Rasulillah. Seseorang yang beriman akan bisa mengetahui tentang hakikat puasa dengan mengenal karakteristik-karakteristiknya, baik itu hikmah pensyari’atan puasa, buah, tujuan, maksud, dan ruh ibadah puasa. Dalam beberapa seri artikel berikut, dengan taufik dan izin Allah, penulis akan nukilkan beberapa penjelasan ulama tentang hal itu. Semoga bermanfaat,
Hikmah Puasa
Allah Ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa (Ramadhan) sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa” (Al-Baqarah: 183).
Syaikh Abdur Rahman As-Sa’di rahimahullah menafsirkan Ayat di atas,
يخبر تعالى بما منَّ به على عباده, بأنه فرض عليهم الصيام, كما فرضه على الأمم السابقة, لأنه من الشرائع والأوامر التي هي مصلحة للخلق في كل زمان. وفيه تنشيط لهذه الأمة, بأنه ينبغي لكم أن تنافسوا غيركم في تكميل الأعمال, والمسارعة إلى صالح الخصال, وأنه ليس من الأمور الثقيلة, التي اختصيتم بها.
“Allah Ta’ala memberitahukan tentang anugerah yang Allah anugerahkan untuk hamba-hamba-Nya, berupa diwajibkan bagi mereka berpuasa, sebagaimana diwajibkan bagi umat-umat sebelumnya, karena puasa termasuk syari’at dan perintah yang bermanfaat bagi makhluk di setiap zaman. Di dalamnya terdapat dorongan semangat bagi umat ini, yakni selayaknya kalian berlomba-lomba dengan (umat) sebelum kalian dalam menyempurnakan amal dan bersegera dalam kebaikan, dan (hal itu) bukanlah perkara berat yang (diwajibkan) bagi diri kalian saja” (Tafsir As-Sa’di).
Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan hikmah diperintahkannya berpuasa,
لما فيه من زكاة النفس وطهارتها وتنقيتها من الأخلاط الرديئة والأخلاق الرذيلة
“Karena di dalam ibadah puasa itu terdapat kesucian jiwa dan kebersihannya serta mensterilkan dari kotoran yang buruk dan akhlak yang hina” (Tafsir Ibnu Katsir).
Sedangkan Al-Baghawi rahimahullah, saat menjelaskan mengapa dengan berpuasa seorang hamba bisa meraih ketakwaan, berkata,
لما فيه من قهر النفس وكسر الشهوات
“Karena di dalam ibadah puasa itu terdapat pengendalian hawa nafsu dan penundukan syahwat” (Tafsir Al-Baghawi).
Syaikh Abdur Rahman As-Sa’di rahimahullah menjelaskan lebih rinci tentang bentuk ketakwaan yang diperoleh dengan berpuasa, setelah menyebutkan firman Allah,
لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Agar kalian bertakwa”, dengan mengatakan,
فإن الصيام من أكبر أسباب التقوى, لأن فيه امتثال أمر الله واجتناب نهيه
“Sesungguhnya puasa termasuk salah satu sebab terbesar diraihnya ketakwaan, karena di dalam ibadah puasa terdapat bentuk melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya”
فمما اشتمل عليه من التقوى: أن الصائم يترك ما حرم الله عليه من الأكل والشرب والجماع ونحوها, التي تميل إليها نفسه, متقربا بذلك إلى الله, راجيا بتركها, ثوابه، فهذا من التقوى.
“Yang termasuk dalam cakupan takwa (yang terdapat dalam ibadah puasa ini, pent.) adalah bahwa seorang yang berpuasa meninggalkan perkara yang diharamkan oleh Allah berupa makan, minum, bersetubuh, dan lainnya yang disenangi oleh nafsunya, dengan niat mendekatkan dirinya kepada Allah, mengharap pahala-Nya dengan meninggalkan perkara-perkara tersebut, maka ini termasuk bentuk ketakwaan.”
ومنها: أن الصائم يدرب نفسه على مراقبة الله تعالى, فيترك ما تهوى نفسه, مع قدرته عليه, لعلمه باطلاع الله عليه،
Dan diantara bentuk-bentuk ketakwaan dari ibadah puasa ini adalah bahwa orang yang berpuasa melatih dirinya untuk senantiasa merasa diawasi oleh Allah Ta’ala, sehingga ia meninggalkan sesuatu yang disukai dirinya, padahal ia memiliki kemampuan untuk melakukannya, karena ia meyakini bahwa Allah mengawasinya.
ومنها: أن الصيام يضيق مجاري الشيطان, فإنه يجري من ابن آدم مجرى الدم, فبالصيام, يضعف نفوذه, وتقل منه المعاصي،
“Dan diantaranya juga bahwa orang yang berpuasa berarti menyempitkan jalan-jalan setan dalam tubuhnya, karena setan berjalan dalam diri keturunan Nabi Adam -‘alaihis salam- di tempat aliran darah. Maka dengan puasa melemahkan kekuatan setan dan menjadi sedikit kemaksiatan karenanya.”
ومنها: أن الصائم في الغالب, تكثر طاعته, والطاعات من خصال التقوى،
“Di antaranya pula bahwa orang yang berpuasa pada umumnya banyak melakukan ketaatan, sedangkan ketaatan adalah bagian dari ketakwaan”
ومنها: أن الغني إذا ذاق ألم الجوع, أوجب له ذلك, مواساة الفقراء المعدمين, وهذا من خصال التقوى.
“Di antaranya adalah orang yang kaya jika merasakan lapar (saat berpuasa), hal itu mendorongnya untuk meringankan kesulitan orang-orang fakir yang tak berharta, dan ini adalah bagian dari ketakwaan” (Tafsir As-Sa’di)
Kesimpulan:
Seseorang jika benar-benar berpuasa dengan ikhlas dan sesuai dengan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka akan menghasilkan,
Puasa termasuk sebab terbesar diraihnya ketakwaan, karena itu ia melahirkan berbagai bentuk pelaksanaan perintah Allah dan berbagai bentuk menjauhi larangan-Nya.Kesucian jiwa dan kebersihannya.
Mensterilkan dari kotoran yang buruk dan akhlak yang hina.
Pengendalian hawa nafsu dan penundukan syahwat.
Orang yang berpuasa melatih dirinya untuk senantiasa merasa diawasi oleh Allah Ta’ala.
Ibadah puasa hakikatnya merupakan bentuk tarbiyyah (pendidikan) sosial kemasyarakatan, mendidik pelakunya menjadi insan yang peka terhadap masyarakatnya dan bentuk tarbiyyah tersebut berupa:
Memperkuat kasih sayang dan semangat tolong menolong dalam kebaikan di antara kaum muslimin, antara si kaya dengan si miskin, karena si kaya merasakan sebagian kesulitan si miskin berupa rasa lapar saat berpuasa.
Memupuk persatuan diantara kaum Muslimin, karena mengawali puasa Ramadhan dan mengakhirinya secara bersama-sama, sahur dan buka pun pada waktu yang bersamaan.
Mengajarkan kesamaan kedudukan antara si kaya dan si miskin, pejabat dan rakyat, bangsawan bernasab tinggi, dan rakyat yang tak bernasab tinggi, tidak ada yang membedakan diantara mereka kecuali ketakwaannya. Masih banyak faidah-faidah lainnya, hal ini terisyaratkan dalam firman Allah,
وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
“Dan berpuasa lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui” (Al-Baqarah: 184).
Syaikh Abu Bakr Al-Jazairi dalam kitabnya Aisarut Tafasir menjelaskan bahwa ayat di atas mengisyaratkan kepada faidah-faidah puasa yang banyak, baik faidah diniyyah (Agama) maupun Ijtima’iyyah (sosial kemasyarakatan).
Jadi, sosok insan yang berpuasa dengan puasa yang benar dan sempurna akan menghasilkan berbagai bentuk ketakwaan, namun sebaliknya, jika puasa seseorang tidak membuahkan berbagai bentuk ketakwaan maka curigailah puasanya tersebut! Bukan mustahil yang didapatkannya adalah haus dan lapar saja!
Secara lahiriyyah ia berpuasa, namun hakikatnya ia tidak berpuasa, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
رب صائم حظه من صيامه الجوع والعطش
“Betapa banyak orang berpuasa yang hanya memetik lapar dan dahaga” (HR. Ibnu Majah, Al-Hakim dan dia menshahihkannya. Al-Albani mengatakan hasan sahih)
Alangkah indahnya ungkapan Syaikhul Islam Ibnu Taymiyyah dalam kitabnya Al-Ubudiyyah:
فالعاقل ينظر إلى الحقائق لا إلى الظواهر
“(Ciri khas) orang yang berakal adalah melihat hakikat (sesuatu), tidak terjebak dengan lahiriyyahnya”.
[bersambung] ***
Penulis: Ust. Sa’id Abu Ukasyah
Artikel Muslim.or.id

RESPON MASYARAKAT TENTANG SMP ISLAM JANNATUL FIRDAUS


Bismillah
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillah wa shallatu wa shalamu alaihi. ammaba’du

Puja dan puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah azzawajalla serta salawat dan salam kita sampaikan kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, keluarga beliau,sahabat serta semua pengikut etia beliau yang menegakkan sunnah-sunnahnya di atas permukaan bumi ini sampai akherat kelak.

Semenjak kami memulai hingga saat ini kami tak henti-hentinya menerima saran dan tanggapan dari berbagai pihak baik langsung maupun secara tidak langsung. Dan untuk itu kami mengucapkan banyak terima kasih wa jazakumullahu khairon.

Cukup panjang dan melelahkan semua langkah-langkah merintis sebuah lembaga pendidikan yang bermutu, berkarakter dan beraqidah shahihah yang berdasarkan Al-Quran dan Sunnah Rasulaullah shallallahu alaihi wa sallam serta yang diamalkan oleh para sahabat serta para ulama ahli sunnah wal jamaah lainnya. Namun, kelelahan tersebut insyaAllah akan membuahkan hasil yang terbaik dan bermanfaat bagi kaum muslimin khususnya masyarakat dilingkungan sekolah kami ini berdiri. Amiin.

Para orang tua dan calon peserta didik yang telah mendaftar dan melakukan tes, berharap dapat bergabung dan menimba ilmu di SMP ISLAM PLUS JANNATUL FIRDAUS ini. Dari beberapa tanggapan tersebut mungkin bisa kami tarik kesimpulan diantaranya:
1. Bangga bahwa sudah ada di Pekanbaru sekolah “boarding” yang memiliki fasilitas lengkap.
2. Berharap SMPI PLUS JF, dapat bersaing dengan sekolah yang sejenis.
3. Menanggapi positif visi & misi dari SMPI PLUS JF karena merupakan pondasi dalam meniti sebuah tujuan.
4. Berharap SMPI PLUS JF menjadi sekolah unggulan karena memiliki fasilitas yang lengkap.
5. Berharap seluruh program kami dapat berjalan dengan baik dan menjadi satu-satunya sekolah yang dapat konsisten dengan program-program unggulannya.
6. Dalam waktu dekat kalau bisa mendirikan sekolah “Full Day” putra dan putri di pekanbaru.

Dari data calon peserta didik ada beberapa anak yang selalu memperoleh rangking pertama di sekolahnya dan bahkan seorang calon murid JF adalah siswa yang tergolong sangat cerdas atau masuk program “Axelarasi”di sekolahnya. Kami sangat senang dan bangga menerima dia sebagai calon peserta didik kami. Justru pada awalnya dia tidak mau masuk sekolah yang berkonsep “BOARDING”, tapi setelah mengunjungi sekolah kami justru ia tidak sabar lagi ingin belajar di JF, ungkap Thariq yang bercita-cita menjadi seorang dokter yang hafal Alquran. Amiin.

Begitu juga ungkapan seorang wali murid yang sudah mendaftarkan anaknya, ia seorang dosen di UIN selama 20 tahun dan beliau termasuk pendiri salah satu pondok pesantren yang sangat terkenal di Pekanbaru. Ketika beliau melihat dan membaca keterangan dari brosur dan bertanya kepada kami, beliau sangat senang dengan keberadaan sekolah ini. Dengan tidak mengulur-ulur waktu ia meminta kepastian apakah anaknya di terima atau tidak. Sesuai harapan beliau anaknya insyaAllah akan bergabung berasama kami. Beliau berharap JF bisa merobah “MINDSET” sebuah sekolah Islam berwawasan luas dan beraqidah shahih dan beliau berharap untuk bisa membangun kelanjutan dari sekolah ini yaitu setingkat SLTA.Amiin

Dan masih banyak lagi keinginan-keinginan dari para orang tua calon peserta didik SMPI PLUS JANNATUL FIRDAUS yang tidak bisa kami paparkan satu-persatu di halaman ini. Namun demikian kami selalu berupaya agar putra-putra kita dapat belajar dengan baik dan dapat menimba ilmu umum dan agama dengan baik dan mengamalkannya di kesehariannya.

Terima kasih kepada masyarakat dan para calon peserta didik kami yang kami sayangi atas kepercyaannya untuk bergabung bersama kami di SMP ISLAM PLUS JANNATUL FIRDAUS PEKANBARU semoga Allah memudahkan usaha kita dan meridhoi amal yang kita kerjakan.
Amiin ya robbal ‘alamiin. Jazakallahukhairon wassalamu’alaikum waramatullahi wa barakatuh.

TTD
Pengurus

TIM PENGAJAR SMPI PLUS JANNATUL FIRDAUS

Bismillah

Assalamu’alaikum

Alhamdulillahirabbil’alamiin wa shalatuwashalamu wa’ala alihii wasabihiajma’in

Ammaba’du

Dari hasil seleksi guru pada bulan Desember 2014 lalu maka kami telah memilih para guru yang akan terlibat dalam proses pendidikan di SMPI PLUS JANNATUL FIRDAUS. Mereka insyaAllah guru-guru yang amanah dan jujur terpercaya serta telah berpengalaman dalam dunia pendidikan sesuai dengan bidangnya. Sesuai dengan peraturanpemerintah, guru untuk sekolah setingkat SMP  minimal S1 dan untuk SMPI PLUS JANNATUL FIRDAUS harus memenuhi standard minimal IPK  2,7.

Hal yang paling penting adalah SMP I PLUS JANNATUL FIRDAUS memiliki program wajib bisa baca Al Quran untuk seluruh guru dan karyawan serta seluruh pengurus yayasan dengan baik dan benar. Pembinaan ini akan terus dilakukan selama mereka masih terlibat dalam kegiatan dalam lingkungan sekolah. 

Selain itu, dalam beberapa hari setiap bulannya akan didatangkan ustad-ustad untuk mengisi program Tausiyah seperti:

Ustad Heri Purnama, Lc-Ustad Isnen Azhar,Lc-Ustad Syamsurijal dan ustad-ustad yang bermanhaj Salaf.

Demikianlah sedikit profil tim pengajar yang telah resmi di SMPI PLUS JANNATUL FIRDAUS dan untuk mengetahui keterangan selengkapnya kami undang untuk datang ke alamat kami yaitu Jl. Pembina Kelurahan Limbungan-Kecamatan Rumbai Pesisir-Kota Pekanbaru.

Pembangunan Gedung SMP Jannatul Firdaus

 

SMP Jannatul Firdaus Saat ini sedang dalam proses pembangunan, insya Alloh tidak seberapa lama lagi gedung akan dapat kita gunakan sebagai mana yang telah kami rencakan, mohon dao dan dukungan dari Bapak/Ibu semua agar SMP Jannatul Firdaus dapat segera berdiri sehingga kita tidak lagi kebingungan mencari sekolah untuk anak – anak kita yang bermutu dan juga menghasilkan anak-anak yang sholeh.