PERSIAPAN MENYAMBUT BULAN SUCI RAMADHAN

PERSIAPAN MENYAMBUT BULAN SUCI RAMADHAN

Hiruk pikuk dunia yang begitu nyata sering membuat kita, sering lalai akan kehidupan akhirat, yang kekal abadi, padahal kita sudah mengetahui bahwasanya di akhirat cuman hanya ada dua tempat persinggahan akhir, yaitu syurga dan neraka.

 

Kita sebagai kaum muslimin, hendaknya mengetahui b1322ahwa salah satu nikmat yang banyak dan harus kita syukuri salah satunya adalah di tundanya ajal kita dan disampaikannya kita dibulan Ramadhan. Tentunya jika kita menyadari banyaknya tumpukan dosa yang menggunung yang kita lakukan, maka pastilah kita sangat berharap untuk dapat menjumpai bulan Ramadhan dan mereguk berbagai manfaat di dalamnya.

Bersyukurlah atas nikmat ini. Betapa Allah ta’ala senantiasa melihat kemaksiatan kita sepanjang tahun, tetapi Dia menutupi aib kita, memaafkan dan menunda kematian kita sampai bisa berjumpa kembali dengan Ramadhan.

Saat ditulisnya artikel ini Ramadhan akan datang kurang lebih 37 hari lagi, terlihat banyak kaum muslimin yang berdoa, supaya dipertemukan dengan bulan yang penuh barakah ini, dan ini merupakan sesuatu yang baik, namun ada sebagian  dari mereka berdoa tersebut  termotivasi dengan hadist-hadis yang tidak shohih.

 

Terlepas dari itu semua, hal ini karena mereka mengetahui keutamaanya bulan Ramadhan, dan kita sering juga merasa harap-harap cemas, apakah kita ketemu dengan Ramadhan yang mulia ini, atau tidak, perasaan ini akan muncul begitu dahsyatnya pada diri-diri kita apabila kita mendengar berita duka dari saudara, teman dekat, teman jauh, rekan kerja, rekan kampus, atau bahkan orangtua dan anak-anak kita, yang mendapat musibah kematian tersebut.

Pertanyaannya, kita sebagai seorang muslim atau tholabul ilmi adalah, Adakah bekal ilmu syar’i kita terhadap hukum-hukum seputar Ramadhan? Sudahkah kita mengulanng ulang pelajaran-pelajaran yang terkait dengan hukum seputar ramadhan, apabila jawabannya belum, maka lakukanlah wahai saudaraku seiman. Baca buku-buku yang ditulis para ulama yang mahsyur atau para ustadz-ustadz yang rujukannya berlandaskan alqur’an dan sunnah. Atau hadirilah kajian-kajian atau dauroh dimesjid-mesjid sekitar kita, atau dengarkan rekaman-rekamannya. Mudah-mudahan allah membimbing kita, dan menjadikan kita hamba-hamba yang taqwa.

 

Waffaqaniyallahu wa iyyakum.

 

Rumbai Pesisir, Pekanbaru, 23 Rajab 1438 H

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*