Mengapa Harus Sekolah Islam ?

Mengapa Harus Sekolah Islam ?

Oleh   : Syahirul Alim, SEI, S.Pd, MM.Pd

Sebuah dilema bagi para orang tua yang sadar akan kualitas pendidikan buat putra puteri mereka ketika hendak menyekolahkan mereka, sekaligus juga tantangan bagi para pendidik muslim untuk meningkatkan kualitas pendidikan Islam. Sejatinya, kualitas pendidikan Islam harus lebih tinggi dari sekolah lainnya.  Islam sendiri sangat memberikan perhatian penuh pada masalah pendidikan. Bahkan bila kita hitung-hitung, di masa Nabi masih hidup, bayaran yang diberikan kepada para pengajar terbilang tinggi. Ketika perang Badar berakhir, ada banyak tawanan perang dari pihak Quraisy. Kepada mereka ini bila ingin bebas dari perbudakan, wajib mengajarkan 10 orang muslim sekedar bisa membaca dan menulis. Padahal harga budak cukup besar, barangkali bila dikurs di zaman ini bisa mencapai harga puluhan dan ratusan juta.

Tetapi harga yang tinggi itu oleh Rasulullah SAW sebanding dengan jasa mengajarkan baca tulis 10 orang saja. Jadi ini adalah tantangan bagi dunia pendidikan Islam. Apakah akan terus begini atau akan bangkit dan menjadi yang terbaik. Sementara di sisi lain, lembaga pendidikan non-Islam telah jauh mendahului. Dan kita semua tahu bahwa lembaga pendidikan dan sekolah adalah salah satu sarana paling efektif dalam menyebarkan seuatu ajaran. Itulah yang selalu dikerjakan oleh para penjajah dimana pun, yaitu membangun sekolah dan lembaga pendidikan. Sekolah-sekolah seperti ini sudah sangat berjasa dalam menyebarkan agama nasrani baik langsung atau tidak langsung. Artinya tidak harus semuanya masuk kristen, tetapi apa yang diajarkan dan disampaikan tidak akan jauh dari misi itu.

Ini sesuatu yang wajar sekali terjadi di negeri ini. Namun alhamdulillah, satu dua lembaga pendidikan di negeri ini sudah mampu mengejar ketertinggalan mereka dan meski belum mengungguli, paling tidak bisa menyamai prestasi mereka. Jadi tinggal anda memilih saja antara keduanya. Yang satu jelas milik nasrani dan telah punya peranan besar dalam menyebarkan paham mereka sedikti atau banyak, yang lain meski barangkali kualitasnya tidak setenar yang pertama, bukan berarti tidak baik. Kualitas pendidikan bukan ditentukan semata-mata oleh lembaganya saja, tetapi lebih dari itu juga kemampuan anak didiknya juga.

Setiap anak di lahirkan dalam keadaan fitrah, dan orang tuanyalah yang menjadikannya nasrani, yahudi dan atau majusi. Kutipan hadits di atas telah menjelaskan kepada kita semuanya bahwa anak kita sudah terlahir dalama keadaan fitrah, dan agama yang fitrah itu adalah islam yang jika kita melaksanakan ajarannya secara menyeluruh, maka seluruh problematika kehidupan akan terselesaikan dengan baik.

Kita sebagai orang tua mestinya tahu betul dan tentunya sangat mengidamkan generai penerus kita nanti adalah generasi yang dapat menjadi hamba Allah yang baik dan bermanfaat untuk kepentingan orang banyak. Oleh sebab itu di dalam memberikan pendidikan, hendaknya orang tua harus selektif dalam memilihnya, jangan sampai anak kita nantinya pandai saja, mereka hanya sukses secara materi saja. Namun lebih daripada itu, alangkah indahnya jika kita melihat anak kita sukses baik secara materi maupun immaterinya( akhlaqnya mulia ).

Berpangkal dari sinilah bahwa menyekolahkan anak di sekolah Islam menjadi sebuah keniscayaan bagi orang tua yang menginginkan anaknya menjadi Qurrrata a’yun, bermanfaat bagi sesamanya. Memilih sekolah yang berorientasi kepada Islam maka hal ini merupakan kewajiban kita sekaligus salah satu investasi kita selaku orang tua apabila kita sudah tiada (meninggal dunia).

Apakah kita tidak senang atau gembira dengan biaya yang kita keluarkan untuk pendidikan anak-anak kita, dari usaha kita banting tulang, peras keringat, pergi pagi pulang petang bahkan kadang larut malam bekerja demi mencari nafkah untuk keluarga, hal ini akan menjadi infaq/shodaqoh jariyah kita.

Apakah kita tidak senang atau gembira tatkala anak-anak kita menjadi anak yang cerdas dan bertaqwa (menjadi anak yang soleh) dengan pendidikan yang kita berikan kepadanya.

Apakah kita tidak senang atau gembira tatkala kita sakit anak-anak kita yang soleh itu datang menjenguk dan mendo’akan kesembuhan kita, apatah lagi ketika sakaratul maut menjemput kita, anak-anak kita membimbing kita mengucapkan kalimat thoyibah “ Laa ilaha illallah … “ dan nantinya ketika kita sudah tiada dan kita sudah berada di alam kubur mereka berziarah ke kubur kita dan selalu mendo’akan agar kita diampuni dosa-dosa kita oleh Allah Subhanahu wa ta’ala dan ditempatkan disisiNya.

Oleh karena itu dengan makin banyaknya sekolah-sekolah “bergengsi” jangan sampai kita salah memasukan anak kita disana, yang bisa jadi bukannya membawa kita kepada kebaikan dunia dan akhirat malah sebaliknya membawa kepada kehancuran yang pada akhirnya kita beserta keluarga berada dalam azab nerakanya Allah Subhanahu wa ta’ala. Ingatlah Firman Allah SWT :

“Jagalah dirimu dan keluargamu dari azab api neraka” ( QS. At-Tahrim : 6 )

Banyak sekolah-sekolah Islam yang bagus, baik dari segi sarana dan prasarana dan terlebih lagi kurikulumnya, yang dapat kita jadikan ladang amal kita dengan menyekolahkan anak-anak kita disana. Dengan demikian berarti kita telah ikut dalam usaha mempersiapkan generasi penerus kita yang beriman dan bertaqwa (IMTAQ) serta generasi yang menguasai ilmu pengetahuan dan tekhnologi (IPTEK) yang disinari cahaya Ilahi. Semoga niat baik dan usaha kita dalam memilih pendidikan untuk anak-anak kita diridhoi oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Waspadai Sekolah Berlabel Islam yang Merusak

Ada sekolah berlabel Islam yang kurikulumnya jauh dari Islam bahkan anti Islam.  Oleh karena itu, kita harus mempelajari program dan visi misi sekolah. Terutama sekolah swasta. Perhatikan latar belakang para pengajarnya.

Sebagai contoh, Ma’had Al Zaitun di Indramayu Jawa Barat yang menjadi markas pengkaderan “NII” gadungan menafsirkan ayat-ayat quran sesuai kepentingannya.  Pesantren ini sangat berbahaya karena merusak aqidah dan syariat Islam. Sedangkan sekolah di lingkungan Jaringan Islam Liberal (JIL) menanamkan pemikiran sepilis (sekularisme, pluralisme dan liberalism).

PIRI (Perguruan Islam Republik Indonesia) adalah sekolah Ahmadiyah yang menyesatkan aqidah Islam.  LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) nama baru dari Lemkari, Darul Hadits dan Islam Jama’ah yang dilarang pemerintah, merupakan lembaga propaganda pengkafiran umat Islam.
UIN, IAIN, STAIN, STAIS terdapat jurusan yang rentan tercemar pemikiran liberal dengan ilmu filsafatnya dan disinyalir menjadi target barisan pemurtadan.

Sekolah bukan satu-satunya pilar penentu masa depan anak. Banyak pilar lain: keluarga, kompetensi anak, bakat lahir, dan lingkungan sosial. Namun sekolah bisa berperan lebih dominan dalam membentuk karakter dan mengembangkan kompetensi anak. Jika realitas tidak begitu, disinilah peran orangtua. Jadi anak harus siap mental dan pikiran, sedangkan orangtua harus siap memenuhi segala kewajiban baik biaya maupun partisipasi aktif di sekolah.

sumber :

http://taqwimislamy.com/index.php/en/20-frontpage/478-mengapa-harus-sekolah-islam

4 comments

  1. Kehadiran sekolah berbasis islam merupakan angin segar bagi orang tua untuk menyekolahkan anak-anaknya di sekolah tersebut. Tapi bagaimana kah dengan standar pendidikan umum yang diperoleh? Apakah cukup bersaing dengan sekolah umum atau masih jauh di bawah sekolah umum tersebut?

    • insya Allah, siswa dapat bersaing dengan sekolah umum lainnya serta siswa juga memiliki kelebihan dari segi ilmu agama islam dan pelajaran umumnya yang ada disekolah lain.

  2. Aslkm. Mohon informasi, akreditasinya sudah A? karena sekolah ini baru, apkah ada induk sekolah yg jadi acuan Kurikulum? Apkah ada guru bahasa arab yg lulus dari timur tengah? Mksh

    • Waalaikumsalam, Jazakillah khoiron ibu atas pertanyaannya,Akreditasi SMPI Plus Jannatul Firdaus belum ada, karena sekolah baru memiliki peserta didik satu angkatan, dan belum pernah meluluskan peserta didik, artinya kita belum bisa untuk melakukan akreditasi, karena syarat yang ditetapkan oleh dinas pendidikan,salah satunya sekolah yang akan diakreditasi harus sudah pernah meluluskan peserta didik, akan tetapi hal-hal yang mengarah kepada proses akreditasi alhamdulillah sudah sedikit demi sedikit kita usahakan, seperti Izin Operasional Sekolah, NPSN, NSS, Sarana dan Prasarana Sekolah, serta Managemen Pendidikan yang baik, seperti diantaranya, Kedisiplinan Guru dan Karyawan, peserta didik, dll
      Berkaitan dengan Kurikulum yang digunakan di SMPI JF, kita mengadopsi kepada kurikulum untuk tingkat satuan pendidikan menengah pertama yang dikeluarakan dinas pendidikan, oleh sebab itu maka Dinas Pendidikan Memberikan Sekolah Induk sebagai acuan Kurikulum yaitu SMPN 15 Pekanbaru, yang letaknya berada dalam wilayah satu kecamatan dengan SMPI Plus JF. Adapun untuk metode belajar BOARDING/MONDOK, kita mengkombinasikan sistem pembelajaran yang ada di pondok pesantren pada umumnya, seperti Tahfidzul Qur’an, (Bahasa Arab, Inggris) aktif, Serta pelajaran-pelajaran syariah lainnya yang kita kemas dengan metode yang telah dibuat oleh Pihak SMPI Plus Jannatul Firdaus. tentunya dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu, kemudian kita juga melakukan analisis terhadap metode pembelajan sekolah yang sudah lebih dahulu ada dengan konsep yang sama dengan SMPI Plus JF.
      Kemudian untuk pertanyaan ibu yang terakhir, Guru bahasa arab yang mengajar secara langsung di SMPI JF, bukan lulusann dari timur tengah, akan tetapi tamatan dari ma’had yang ada di Indonesia tetapi Milik Orang timur tengah, di Pulau Jawa Indonesia, akan tetapi guru yang ada di SMPI Plus JF untuk bidang-bidang yang lain ada yang dari timur tengah, Yaitu dari Madinah, dan Universitas lainnya, untuk bidang Tahfidzul Qur’an Di SMPI JF ada guru yang memang berasal dari Luar Indonesia, Seorang Hafidz yang pernah menjadi imam di Qatar, alumni Mah’had di Bangladesh. Syukron

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*