MANAJEMEN UMUR SEORANG MUSLIM
SMP DI PEKANBARU

MANAJEMEN UMUR SEORANG MUSLIM

BAB I

Di ambil dari sebuah buku kecil karangan Muhammad Hamid Sharan, yang berjudul MANAJEMEN UMUR SEORANG MUSLIM sepertinya sangat menarik kita telaah walau singkat.

Tujuan hidup ini bukan sekedar untuk makan dan minum, tapi lebih dari itu.! Jika memang sesederhana itu tujuan hidup kita, alangkah remehnya hidup ini.! Apa perbedaan antara kita dengan hewan dan orang kafir. Tahukah anda apa tujuan hidup mereka? Tujuan hidup mereka di dunia ini hanya makan,minum,dan bersenang-senang. Ini tergambar dalam firman Allah subhanahuwata’ala yang berbunyi, ” Sungguh, Allah memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Dan orang-orang yang kafir menikmati kesenangan ( dunia ) dan mereka makan seprti hewan; dan (kelak) nerakalah tempat tinggal bagi mereka. ( QS: Muhammad : 12 )

Tujuan kita diciptakan dan segala yang ada ditundukkan untuk kita adalah supaya menyembah Allah. Membendung keinginan hawa nafsu setan atau dengan bahasa bisnis adalah berinvestasi sebanyak mungkin kebaikan sebelum tibanya ajal. Dengan banyaknya investasilah derajat kita ditentukan nantinya.

1. ARTI PANJANG UMUR

Mengenai arti ” Panjang Umur ” ini ulama berbeda pendapat.

Pertama, keberkahan, yaitu ornag yang mengisi hidupnya dengan amal kebaikan sebanyak-banyaknya dalam waktu yang singkat ini.

Kedua, panjang umurnya, ini seperti yang tertulis dalam lembaran Malaikat yang di dalamnya ada permisalan, seperti dikatakan kepada Malaikat, ” Umur fulan mencapai seratus tahun jka diberikan rahmat kepadanya, dan jka tidak hanya enam puluh tahun.” Dan inilah ketentuan yang sudah digariskan oleh Allah tabarakallahu ta’ala.

Ketiga, dingat-ingat kebaikannya sepeninggalnya, ini pendapat Al-Qadhi ‘iyadh, meskipun pendapat ini di daifkan oleh imam An Nawawi, tapi tidak ada salahnya kita mengutipnya.

2. ADA PERTANYAAN? BOLEHKAH BERDOA MEMOHON PANJANG UMUR?

Pertanyaan ini menimbulkan perbedaan dikalangan para ulama; antara kelompok yang membolehkan dan kelompok yang melarangnya.

Syekh Na’im hafidzahullah, dari dari beberapa pandangan para ulama beliau bahwa do’a minta dipanjangkan umur hukumnya mubah, berdasarkan pada apa yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa salam bahwa belia mendoakan panjang umur kepada pembantunya Anas radhiallahu’anhu meskipun, yang lebih utama yang lebih sesuai dengan sunnah adalah meninggalkannya dan membataskan diri hanya bedoa diselamatkan dari siksa kubur, api neraka, dan mendapat pahala surga ini sesuai dengan apa yang dianjurkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam kepada istrinya Hafsyah radhiallahu’anha.

Bagi seseorang yang menghendaki dipanjangkan umurnya ataupun memohon perkara-perkara yang elbih bersifat keduniaan seyogyanya ditambahkan di dalam doanya permohonan diberikannya keberkahan,dijaga dan dapat menjalankan amalan-amalan terpuji. wallahu’alam

free-desktop-wallpaper-landscape_1024x768

Lihat Bekas Jejak Kehidupan Kita

(bersambung )

 BAB II

AMALAN YANG MEMPERPANJANG UMUR

A. Memperpanjang Umur Dengan Akhlak Mulia

1. Bersilahturahmi

2. Berbudi Mulia

3. Baik Kepada Tetangga

1. SILAHTURAHMI

Abu Hurairah radhiallahu’anhu mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa salam bersabda,” Barangsiapa diberikan kesenangan dengan dilapangkan rezkinya dan di akhirkan ( di kenang ) nasabnya, hendaklah ia menjalin tali silahturahmi.” ( HR. Bukhary dan Muslim )

Dari Abdullah bin Ams’ud radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,” Silahturahmi memanjangkan umur.” ( Shahih Al-Jami’ )

Silahturahmi adalah pilar-pilar keutamaan akhlak yang sangat dianjurkan, diperintahkan dan dilarang memutusnya oleh ajaran Islam. Allah tabarakallahu ta’ala memerintahkan kepada hamba-Nya untuk menyambung tali silahturahmi dalam Alqur’an sebanyak sembilan belas ayat. Dia mengancam bagi siapapun yang memutuskannya dengan celaan dan siksaan dengan tiga ayat. Untuk itulah ulama salaf sangat menjaga silahturahmi di antara mereka, meskipun cukup sulit untuk melakukannya, karena terbatsanya sarana komunikasi waktu itu.

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu Rasulullah shallallahu alaihi wa salam bersabda,” Sambunglah silahturahmi kalian, meskipun hanya dengan ucapan salam.” ( Shahih Al-Jami’)

Maka berbagai macam cara kita bisa menyambung tali silahturahmi baik melalui telepon,surat,emai,dan media sosial dan lain sebagainya walau hanya dengan mengucapkan, SALAM.!

2.BERBUDI MULIA

Dari Aisyah radhiallahu’anha Nabi shallallahu alaihi wasalam bersabda kepadanya,” Barangsiapa memberikan belas kasihan sungguh ia telah memberikan keberuntungan dunia dan akhiratnya, sedangkan barangsiapa menyambung silahturahmi, berbudi mulia dan beakhlak baik kepada tetangganya maka itu dapat memakmurkan rumah dan memperpanjang umurnya.” ( Shahih Al-Jami’)

Dari Abu Darda’ radhiallahu’anhu Rasulullah shallallahu alaihi wa salam bersabda,” Tidak ada timbangan pahala orang mukmin yang lebih berat pada hari kiamat melebihi pahala orang yang berbudi mulia,( dan sebaliknya)Allah sangat membenci bicara kotor.” ( HR. Turmidzi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*